
Setelah informasi soal SIM (Surat Izin Mengemudi) yang baru dimulai pada usia 16 – 17 tahun, pereli Rifat Sungkar membagikan informasi seputar transmisi yang ideal digunakan dalam belajar mengemudi.
Saat ini diketahui bahwa para pelajar atau anak-anak muda yang tengah beranjak dewasa, sudah banyak yang menggunakan kendaraan roda empat sebagai sarana berkendara utama yang terasa praktis dan aman.
Rifat sendiri mengakui untuk belajar mengendarai mobil, ada alasan untuk pemilihan transmisi yang ideal digunakan. Rifat menyatakan bahwa dari sisi pengoperasian, transmisi otomatis (AT) cenderung lebih cocok digunakan sebagai alat belajar bagi pengemudi pemula.
“Secara gerak tubuh, mengemudi AT lebih sederhana dengan meniadakan gerakan yang dilakukan dengan menggunakan kaki kiri (menginjak clutch pedal atau kopling). Sementara dalam mengemudi MT, para pengemudi bekerja ekstra karena harus bisa merasakan situasi dan kondisi mobil dengan lebih saksama dengan adanya fungsi kopling. Intinya, dalam mengendarai mobil bertransmisi manual, pengemudi dituntut mengetahui waktu yang tepat terhadap perpindahan gigi dan RPM yang sedang berlangsung,” ujarnya.
Ditinjau dari performa kendaraan, Rifat juga menilai AT lebih baik, karena tingkat akselerasi serta efisiensi bahan bakarnya sudah mulai mendekati tingkatan bahan bakar mobil dengan transmisi manual karena sistem kerjanya sangat mengoptimalkan antara perputaran mesin dengan perputaran gigi yang sedang dioperasikan.
“Maka dari itu, dalam proses awal belajar, tentu saja kita harus memulainya dari yang paling mudah. Jika yang mudah sudah kita pahami dengan benar, baru kita berhak untuk meneruskan ke jenjang berikutnya. Hal ini sama seperti belajar di sekolah,” ujarnya.
Perlu diketahui, transmisi AT sendiri dibagi menjadi tiga kategori, yaitu AT konvensional yang terdiri dari 4, 5, atau 6 kecepatan, AT tiptronic yang bisa dioperasikan dengan tuas yang terdapat pada setir mobil sehingga para pengendara bisa memiliki kontrol pada saat shifting gears (perpindahan gigi), serta AT continuously variable transmission (CVT) yang sistem kerjanya serupa dengan scooter.
Meski AT adalah transmisi yang ideal untuk belajar mobil, Rifat tak memungkiri jika dari sisi keamanan, transmisi MT sebenarnya jauh lebih aman.
Namun jika berbicara dari sisi keamanan, sebenarnya MT lebih baik karena pengemudi memiliki kontrol lebih terhadap manuver-manuver kendaraan jika dibandingkan dengan transmisi AT. Tapi dalam konteks belajar, Rifat menekankan jika AT lebih mudah dipahami sebelum pengemudi mencoba untuk naik tingkat pada pengoperasian MT.
“Selain itu juga, kondisi lalu lintas serta kemacetan di Indonesia juga sudah tidak kondusif lagi, sehingga pemilihan transimis AT terasa lebih tepat,” ujarnya.
(ddn/ddn)
Dikutip dari :
#smc #sarungmobilcom #sarungmobildotcom #sarungmobil #covermobil #selimutmobil #tutupmobil #coverbody #bodycover #carbodycover #pelindungmobil #kondommobil #penutupmobil #selimutmobiloutdoor, #selimutmobilcustom #covermobilantiair #covermobilwaterproof #covermobilmurah #covermotormurah #sarungmotor #jualcovermobil #jualcovermotor #selimutmotor #covermobilsuper #selimutmobilwarna #covermobilkeren #tutupmobil #mantelmobil #sarungmobilwaterproof #bodycoverwaterproof #sarungmobiloutdoor #sarungmobilmurah #carcovers #sarungmobilindoor #covermobilindoor #bodycoverindoor #bodycovermurah #covermobilcustom #sarungmobilcustom #pabriksarungmobil #selimutmobiltrendy #distributorcovermobil #pabrikcovermobil #sarungmobilwarna
Leave a Comment